Gerimis, gelapnya langit, dingin menusuk, atmosfir melankolis sungguh terasa, aku terpaku, terpenjara dalam duniaku sendiri, terduduk di muka jendela basar itu, termangu ke arah lautan.. Ku mendapati hitam itu ada terpatri di sanubariku.. Sungguh, ku memang ingin meraih pintu & membebaskan diriku, untuk berlari ke tengah hujan deras, bataria memanggil namamu sekencang-kencangnya, ke hadapanmu, meraihmu, memelukmu erat, menatap matamu & berkata ‘pernahkah atau apakah aku benar tulus kepadamu? Engkau bukanlah bebanku, engkau berharga, engkau seseorang buatku, engkau nyawa hidupku’
kugigit sedikit bibirku, kudekatkan pipiku ke pipimu, disana dibawah hujan, mencium-mu.
Sesaat saja dalam anganku, kuingin.. Mutiara (keabadian itu)..
Sepertinya Tuhan sedang menghukumku..
Mari mati & bertanya, Tuhan, mengapa?
..Hanya bisa berjaga, dalam mimpi..
SEBUT SAYA GILA..
“Argh! Hujan tertawa sarkastik padaku, sekilas berkata “Singkirkan semua imaji kosong.. Buang semua kekhawatiran ndak berdasar itu”. Hahh! Jikalau aku adalah khayalan yang tak untuk menjadi nyata.. Oleh sebab kesendirian sudah menjadi makanan-ku sehari-hari & suatu saat, kita kan mengetahui mengapa langit itu biru..”
Tenggelam dalam rasa, di ruangan hampa udara, stengah mati bernafas.. Hampir mati.. mencari pecahan bagian diriku yang.. tak terhindarkan, telah pergi.. menyatu dengan dirimu.. Kujaga jantungku bertahan tetap berdetak.. Taruhkan harapan di hati..
Jalan terasa panjang, tiada terduga, terasa dingin, menanti apa yang berada di akhir setapak.. takut? spertinya tidak..
khawatir? tersirat sedikit.. Bukankah hidup adalah soal menghadapi ketakutan diri? benarkah pembenaran diri adalah akibat bahwa diri sendiri adalah musuh terbesar manusia yang bersangkutan?
Kosong, kosong, dan sepi.. kunikmati idealisme dalam ranah kontemplasi & individualisme..
Dengar, dengarlah.. Suara dari kedalaman hati..
Lihat, lihatlah.. Malam berbisik, angin lembut berhembus, pohon-pohon berdesir, membisik-kan ode cinta romansisme..
Dibawah ribuan butiran permata langit berbintang, tubuh membujur kaku, dan aku-pun datang menyambut roh-ku.. Bersiap bertemu roh-mu, tuk pergi ke alam dimana torang boleh lepas & bebas bercinta..
Mari memadu torang pe gairah kegilaan..
Dalam malam yang tengah menjadi satu-satu-nya saksi for torang pe bae..
Deng jang hiraukan apa kata orang suka mo veto pa torang.. Yang cuma boleh mo ambe torang pe cita-cita idealis..
Mari baku baku seno.. Siapkan mental, menghadapi hujatan di masa datang..
Kalu hidop adalah soal menantang resiko.. Mari.. Baku baku farek..
Dan kurang tunggu respon samua orang yang tak henti-henti-nya menanti kisah baru yang akan torang bawakan..
